Nilai ujian anda jelek? IPK anda anjlok? Atau anda tergolong kedalam orang yang susah menerima pelajaran? Semua itu memang dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya: asupan makanan, pola kehidupan dan pola belajar. Tidak menutup kemungkinan jika anda bisa memperbaiki salah faktor anda akan menjadi orang yang selalu mendapatkan nilai ujian yang bagus, IPK anda berkisar 3,5 - 4, atau anda akan tergolong kedalam orang yang mudah menerima pelajaran.
Melalui posting ini, saya akan mencoba menguraikan tentang waktu-waktu yang tepat untuk belajar. Postingan ini saya buat karena terinspirasi dari sebuah buku yang saya baca di perpustakaan sekolah, bukunya berjudul "Belajar Lebih Cerdas Bukan Lebih Keras". Mungkin ada diantara anda yang sudah membaca buku itu. Ok! Mari kita bahas satu per satu waktu-waktu itu.
1. Pukul 02.30 sampai pukul 04.00
Seperti yang kita ketahui, hari itu dimulai dari pukul 00.00 sampai 24.00. Maka dari itu, pembahasan tentang waktu-waktu yang tepat untuk belajar ini diawali dengan pukul 02.30 sampai pukul 04.00. Wah, jam setengah tiga pagi kan masih ngantuk. Benar! Biar tidak ngantuk ada baiknya anda bangun pukul 02.00 lalu dilanjutkan dengan sholat tahajud enam rakaat plus satu atau tiga rakaat shalat witir. Setelah itu barulah anda mulai belajar.
Pada rentan waktu ini kemungkinan terserapnya pelajar bisa mencapai 90%. Ini terjadi karena sunyi dan sepinya keadaan pada waktu itu. Udara pagi yang sejuk ditambah dengan tenangnya keadaan waktu itu menjadikan anda untuk lebih mudah dalam mencerna pelajaran. Kondisi kejiwaan anda yang waktu itu telah mengerjakan shalat tahajud plus witir menambah lagi daya serap. Kalau sudah begitu, materi-materi pelajaran akan mengalir kedalam otak kita, tersimpan rapih dan telah siap jika sewaktu-waktu anda membutuhkannya.
2. Sore-sore setelah mandi
Sehabis mandi sore badan menjadi segar kembali setelah lelahnya beraktivitas. Itulah saat dimana kita bisa belajar dengan kemungkinan terserapnya pelajaran antara 60% - 70%. Manfaatkanlah waktu itu. Untuk menemani anda belajar, anda bisa menyiapkan musik yang anda sukai, cemilan atau secangkir teh yang bisa membuat anda rileks.
3. Pukul 20.00 sampai 21.30
Waktu yang terakhir ini merupakan waktu yang tepat untuk belajar, akan tetapi lebih spesifik lagi yaitu waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas-tugas. Pada rentan waktu ini daya serap anda sudah begitu menurun, anatara 20% - 30%. Banyak sekali godaan yang menghadang pada waktu ini. Acara televisi yang sedang seru-serunya, ngantuk gara-gara kebanyakan makan malam dan lain-lain. Jadi, gunakanlah waktu ini untuk mengerjakan tugas saja jangan terlalu memaksakan untuk menyerap pelajaran.
Tiga waktu yang telah dibahas di atas bisa terasa menfaatnya jika dilaksanakan. Tepatnya, dilaksanakan secara rutin dan teratur. Jangan merasa terbebani saat belajar. Yakinlah bahwa suatu saat nanti, ilmu yang kita pelajari akan memberikan manfaat kepada kita. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk menimba ilmu karena ilmu "teu berat mawana" (tidak berat membawanya).
Senin, 12 September 2011
Rabu, 07 September 2011
Wireless Distribution System (WDS) Memungkinkan Interconnection Beberapa Access Point Dalam Suatu Environment Wireless Network
Dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional. Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution Systemdibanding solusi lainnya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System, header MAC address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya.
Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address.
Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.
Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless.
Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point
Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)
Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:
Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.
Kunci inkripsi yang secara dinamis di berikan dan dirotasi biasanya tidak disupport dalam koneksi Wireless Distribution System (WDS). Ini berarti dynamic inkripsi WPA (Wi-Fi Protected Access) dan technology dynamic key lainnya dalam banyak kasus tidak dapat digunakan, walaupun WPA menggunakan pre-shared key adalah memungkinkan. Hal ini dikarenakan kurangnya standarisasi dalam issue ini, yang mungkin saja di selesaikan dengan standard 802.11s mendatang. Sebagai akibatnya cukuplah kunci static WEP dan WPA yang bisa digunakan dalam koneksi Wireless Distribution System, termasuk segala station yang difungsikan sebagai access point WDS repeater. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak vendor yang telah engadopsi standard 802.11i dalam produk access point mereka sehingga WPA / WPA2 adalah standard keamanan koneksi mereka (setidaknya yang mereka claim).
Gambar dibawa ini adalah access point yang dihubungkan dengan WDS Link point-to-point.
Dengan Wireless Distribution System, anda bisa membangun infrastrucktur wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge. Wireless Distribution System fitur memungkinkan kita membuat jaringan-2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links. Wireless Distribution System normalnya digunakan untuk membangun jaringan yang besar dimana menarik kabel jaringan adalah tidak memungkinkan, alias mahal, terbatas, atau secara fisik tidak memungkinkan untuk ditarik.
Gambar diatas ini adalah contoh konfigurasi WDS Link yang menghubungkan Point to multi point WDS Link. Sementara gambar dibawah berikut ini menggambarkan contoh diagram WDS Link yang berfungsi sebagai WDS Repeater.
Wireless Bridge dan Wireless Repeater
Pada diagram tiga gambar diatas, WDS dapat di bangun dalam beberapa konfigurasi, point-to-point; point-to-multipoint; dan WDS repeater.
Wireless Bridge
Wireless Distribution System yangditunjukkan pada gambar dibawah ini sering disebut sebagai konfigurasi “wireless bridge”, karena terjadi koneksi dua jaringan LAN pada layer data link. Access point bertindak sebagai standard bridge yang melewatkan traffic antar WDS Link (link yang menghubungkan ke access point / bridge lainnya) dan sebuah Ethernet port. Sebagai standard bridge, access point mempelajari MAC address sampai 64 wireless dan atau total 128 piranti wireless dan wired, yang dikoneksikan ke masing-2 port Ethernet untuk membatasi jumlah data yang dilewatkan. Hanya data yang ditujukan kepada station yang diketahui berada pada peer Ethernet link, data multicast atau data dengan tujuan yang tidak diketahui yang perlu dilewatkan ke peer access point melalui WDS link.
Misalnya jika sebuat frame Ethernet 802.3 dikirim dari wired station 1 (Sta 1) menuju ke Sta3 pada gambar, penterjemahan frame diperlukan sementara frame dilewatkan melalui WDS link antar AP1 dan AP2. Saat AP1 menerima frame, frame diterjemahkan kepada standard 802.11 dengan format frame 4 address sebelum dikirim melalui WDS frame. Pada format frame 4 address
MAC address dari Sta1,
MAC address dari AP1,
MAC address dari AP2,
dan MAC address dari Sta3
semua dimasukkan dalam header frame 802.11, dan frame data adalah sama seperti frame Ethernet aslinya. Berdasarkan format empat address frame tersebut, AP2 akan me-rekonstruksi kembali Ethernet frame 802.3 jika frame dilewatkan kepada LAN2. Jika AP-2 tersebut dikonfigure dengan algoritma security, AP1 atau AP2 akan melakukan inkripsi (dekripsi) format frame empat address ini sebelum melewatkan frame.
Dilihat dari Sta3, fungsi bridging adalah transparent; yaitu frame yang diterima adalah sama seolah Sta1 dan Sta3 berada pada segment LAN yang sama.
Wireless Repeater
Pada gambar diatas ini, AP2 digunakan untuk memperluas jaringan / jangkauan infrastructure wireless dengan jalan melewatkan traffic antara station wireless dan AP yang terhubung secara kabel dengan jaringan local. Catatan bahwa traffic Ethernet tidak di forward dengan cara demikian. Traffic antara Sta3 dan Sta4 tidak di forward melalui WDS link, begitu juga Sta5 dan Sta6. Dengan mode wireless bridge, Access point yang dioperasikan dalam mode repeater perlu menterjemahkan frame kedalam format frame yang lain saat forward frame antara koneksi wireless dan WDS link, format frame 3-address 802.11 digunakan pada wireless yang terhubung dengan wireless stations, sementara untuk koneksi WDS link dengan access point yang lain menggunakan format 4-address 802.3 frame. Encryption / decryption juga dilaksanakan jika AP di configure dengan keamanan.
Hampir dalam suatu infrastruktur jaringan windows 2003 misalnya, tidak jarang peluasan jaringan dilakukan dengan menggunakan wireless access point yang di configure dengan menggunakan technology WDS ini. Akan tetapi tidak semua piranti access point mempunyai kemampuan WDS ini. AKan tetapi banyak juga wireless access point yang sudah dilengkapi dengan WDS ini misal atau TPL WL TL-WA901ND 300Mbps AP
Check Wireless USB .. perbandingan beberapa wireless -N USB adapter
Dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional. Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution Systemdibanding solusi lainnya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System, header MAC address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya.
Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address.
Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.
Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless.
Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point
Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)
Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:
Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.
Kunci inkripsi yang secara dinamis di berikan dan dirotasi biasanya tidak disupport dalam koneksi Wireless Distribution System (WDS). Ini berarti dynamic inkripsi WPA (Wi-Fi Protected Access) dan technology dynamic key lainnya dalam banyak kasus tidak dapat digunakan, walaupun WPA menggunakan pre-shared key adalah memungkinkan. Hal ini dikarenakan kurangnya standarisasi dalam issue ini, yang mungkin saja di selesaikan dengan standard 802.11s mendatang. Sebagai akibatnya cukuplah kunci static WEP dan WPA yang bisa digunakan dalam koneksi Wireless Distribution System, termasuk segala station yang difungsikan sebagai access point WDS repeater. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak vendor yang telah engadopsi standard 802.11i dalam produk access point mereka sehingga WPA / WPA2 adalah standard keamanan koneksi mereka (setidaknya yang mereka claim).
Gambar dibawa ini adalah access point yang dihubungkan dengan WDS Link point-to-point.
Dengan Wireless Distribution System, anda bisa membangun infrastrucktur wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge. Wireless Distribution System fitur memungkinkan kita membuat jaringan-2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links. Wireless Distribution System normalnya digunakan untuk membangun jaringan yang besar dimana menarik kabel jaringan adalah tidak memungkinkan, alias mahal, terbatas, atau secara fisik tidak memungkinkan untuk ditarik.
Gambar diatas ini adalah contoh konfigurasi WDS Link yang menghubungkan Point to multi point WDS Link. Sementara gambar dibawah berikut ini menggambarkan contoh diagram WDS Link yang berfungsi sebagai WDS Repeater.
Wireless Bridge dan Wireless Repeater
Pada diagram tiga gambar diatas, WDS dapat di bangun dalam beberapa konfigurasi, point-to-point; point-to-multipoint; dan WDS repeater.
Wireless Bridge
Wireless Distribution System yangditunjukkan pada gambar dibawah ini sering disebut sebagai konfigurasi “wireless bridge”, karena terjadi koneksi dua jaringan LAN pada layer data link. Access point bertindak sebagai standard bridge yang melewatkan traffic antar WDS Link (link yang menghubungkan ke access point / bridge lainnya) dan sebuah Ethernet port. Sebagai standard bridge, access point mempelajari MAC address sampai 64 wireless dan atau total 128 piranti wireless dan wired, yang dikoneksikan ke masing-2 port Ethernet untuk membatasi jumlah data yang dilewatkan. Hanya data yang ditujukan kepada station yang diketahui berada pada peer Ethernet link, data multicast atau data dengan tujuan yang tidak diketahui yang perlu dilewatkan ke peer access point melalui WDS link.
Misalnya jika sebuat frame Ethernet 802.3 dikirim dari wired station 1 (Sta 1) menuju ke Sta3 pada gambar, penterjemahan frame diperlukan sementara frame dilewatkan melalui WDS link antar AP1 dan AP2. Saat AP1 menerima frame, frame diterjemahkan kepada standard 802.11 dengan format frame 4 address sebelum dikirim melalui WDS frame. Pada format frame 4 address
MAC address dari Sta1,
MAC address dari AP1,
MAC address dari AP2,
dan MAC address dari Sta3
semua dimasukkan dalam header frame 802.11, dan frame data adalah sama seperti frame Ethernet aslinya. Berdasarkan format empat address frame tersebut, AP2 akan me-rekonstruksi kembali Ethernet frame 802.3 jika frame dilewatkan kepada LAN2. Jika AP-2 tersebut dikonfigure dengan algoritma security, AP1 atau AP2 akan melakukan inkripsi (dekripsi) format frame empat address ini sebelum melewatkan frame.
Dilihat dari Sta3, fungsi bridging adalah transparent; yaitu frame yang diterima adalah sama seolah Sta1 dan Sta3 berada pada segment LAN yang sama.
Wireless Repeater
Pada gambar diatas ini, AP2 digunakan untuk memperluas jaringan / jangkauan infrastructure wireless dengan jalan melewatkan traffic antara station wireless dan AP yang terhubung secara kabel dengan jaringan local. Catatan bahwa traffic Ethernet tidak di forward dengan cara demikian. Traffic antara Sta3 dan Sta4 tidak di forward melalui WDS link, begitu juga Sta5 dan Sta6. Dengan mode wireless bridge, Access point yang dioperasikan dalam mode repeater perlu menterjemahkan frame kedalam format frame yang lain saat forward frame antara koneksi wireless dan WDS link, format frame 3-address 802.11 digunakan pada wireless yang terhubung dengan wireless stations, sementara untuk koneksi WDS link dengan access point yang lain menggunakan format 4-address 802.3 frame. Encryption / decryption juga dilaksanakan jika AP di configure dengan keamanan.
Hampir dalam suatu infrastruktur jaringan windows 2003 misalnya, tidak jarang peluasan jaringan dilakukan dengan menggunakan wireless access point yang di configure dengan menggunakan technology WDS ini. Akan tetapi tidak semua piranti access point mempunyai kemampuan WDS ini. AKan tetapi banyak juga wireless access point yang sudah dilengkapi dengan WDS ini misal atau TPL WL TL-WA901ND 300Mbps AP
Check Wireless USB .. perbandingan beberapa wireless -N USB adapter
Alat yang dibutuhkan untuk membuat jaringan adalah sebagai berikut :
Tang Crimping
Connector RJ-45
Kabel UTP
Lan Card / Modem
Tester
Switch/Hub
Sambungan ke Internet
1. Tang Crimping
Fungsi Crimping tools :
- memotong kabel
- melepas pembungkus kabel
- memasang konektor
2. Connector RJ - 45
RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Merupakan konektor yang akan dipasangkan pada unjung kabel. Untuk kabel jaringan menggunakan tipe RJ45.
3. Kabel UTP
Kabel yang akan kita gunakan untuk membuat kabel jaringan dengan jenis UTP (Unshielded Twistet Pair). Biasanya saya menggunakan Merk Belden made in USA ataupun Belkin
4. LAN Card / Modem
Lan card adalah adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Modem adalah singkatan dari modulator-demodulator yaitu alat yang digunakan untuk menghantar dan menerima data dari sebuah PC ke PC lainnya melalui kabel telephone.
5. Tester
Digunakan untuk menguji hasil pemasangan kabel sudah benar atau belum.
6. Switch / Hub
Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan Data-link, mirip dengan bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Hub perangkat penghubung Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain.
7. Sambungan ke Internet
Ini yang paling penting, jika tidak sambungan ke internet maka jaringan kitapun tidak bisa berinternet
sumber : http//google.com
Tang Crimping
Connector RJ-45
Kabel UTP
Lan Card / Modem
Tester
Switch/Hub
Sambungan ke Internet
1. Tang Crimping
Fungsi Crimping tools :
- memotong kabel
- melepas pembungkus kabel
- memasang konektor
2. Connector RJ - 45
RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Merupakan konektor yang akan dipasangkan pada unjung kabel. Untuk kabel jaringan menggunakan tipe RJ45.
3. Kabel UTP
Kabel yang akan kita gunakan untuk membuat kabel jaringan dengan jenis UTP (Unshielded Twistet Pair). Biasanya saya menggunakan Merk Belden made in USA ataupun Belkin
4. LAN Card / Modem
Lan card adalah adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Modem adalah singkatan dari modulator-demodulator yaitu alat yang digunakan untuk menghantar dan menerima data dari sebuah PC ke PC lainnya melalui kabel telephone.
5. Tester
Digunakan untuk menguji hasil pemasangan kabel sudah benar atau belum.
6. Switch / Hub
Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan Data-link, mirip dengan bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Hub perangkat penghubung Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain.
7. Sambungan ke Internet
Ini yang paling penting, jika tidak sambungan ke internet maka jaringan kitapun tidak bisa berinternet
sumber : http//google.com
Dengan banyaknya penyedia jasa koneksi interner (ISP), mungkin anda malah
bingung untuk memilih jasa pelayanan yang cocok dengan kebutuhan dan
budget anda. Berikut ini adalah perbandingan berbagai tipe koneksi
internet yang bisa anda pilih.
KONEKSI INTERNET DENGAN DIAL UP
Koneksi internet dial up adalah koneksi dengan menggunakan telepon biasa (rumah). Dewasa ini modem dial-up mampu
mencapai kecepatan transmisi data hingga 56 Kbps (klilobit per detik),
namun pada kenyataannya belum tentu sesuai dengan yang ditawarkan.
Kecepatan realnya hanya sekitar 12 sampai 20 kbps.
Kelebihan dan kekurangan
* Paling gampang dilakukan.
* Harga modem internal murah
* Hampir semua laptop sekarang sudah terpasang modem untuk dial up
* Lebih sesuai untuk koneksi internet yang bersifat sesaat, misalnya untuk menge-cek email.
* Ketika
anda menggunakan telepon rumah untuk koneksi dial up, telepon rumah
dalam status sibuk. Begitupun sebaliknya, Ketika telepon rumah sedang
menerima panggilan masuk, otomatis koneksi internet terputus.
Spesifikasi Komputer Untuk Koneksi Dial up
* Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
* Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
* Sistem operasi Windows atau Linux.
* Modem internal atau eksternal.
* Saluran telepon
Supaya komputer terhubung ke internet, kita membutuhkan ISP (Internet Service Provider),
yaitu perusahaan yang menyediakan jasa sambungan internet. Kebanyakan
perusahaan telepon, juga sebagai perusahaan penyelenggara koneksi
internet.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan dial up yang bisa anda pilih
www.indosatm2.com
www.uninet.net.id
www.infoasia.net.id
www.telkomflexi.com
www.telkom.net.id
www.dnet.net.id
KONEKSI INTERNET DENGAN TV KABEL
Koneksi
internet dengan TV kabel memilki beberapa kelebihan dibanding
menggunakan saluran telepon. Salah satunya adalah kita dapat terhubung
ke internet selama 24 jam tanpa harus terganggu jam sibuk telepon.
Di
pasaran, kita bisa menemui dua jenis layanan, yaitu berlangganan
internet tanpa harus berlangganan TV kabel dan berlangganan keduanya
sekaligus.
Koneksi internet dengan TV kabel mempunyai variasi kecepatan akses antara 64 Kbps, 384 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps, dan 1536 Kbps.
Kelebihan
* Layanan unlimited (tanpa batas)
* Tidak ada biaya tambahan, hanya membayar iuran bulanan saja
* Kecepatan akses tidak terpengaruh oleh jam sibuk
Kekurangan
* Jaringan masih terbatas
* Modem masih cukup mahal
* ISP
tertentu mengharuskan berlangganan TV kabel, jika kita hanya memerlukan
koneksi internet saja, biaya koneksinya menjadi lebih mahal.
Spesifikasi Komputer untuk koneksi TV kabel
Sama dengan dial up, yaitu:
* Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
* Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
* Sistem operasi Windows atau Linux.
* Modem
Pemesanan/pembelian
modem bisa dilakukan saat pemasangan/instalasi. Pembelian modem
sebaiknya langsung dari perusahaan penyedia layanan, karena jika
terjadi masalah biasanya langsung ditangani oleh pihak penyedia layanan
TV kabel.
Jangkauan
area jenis koneksi ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu anda
harus mengetahui apakah lokasi tempat tinggal anda sudah/belum
terjangkau layanan ISP ini. Anda harus menanyakan langsung ke bagian
customer service atau di alamat situs penyedia layanan TV kabel.
Koneksi
internet menggunakan TV kabel ini sangat cocok bagi anda yang
membutuhkan online 24 jam, seperti pelaku bisnis di rumah, internet
marketing, jual beli saham online, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan dial up yang bisa anda pilih
www.indosatm2.com
www.firstmedia.com
KONEKSI INTERNET DENGAN ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
Koneksi
internet dengan ADSL adalah koneksi internet yang menghubungkan
komputer menggunakan modem khusus dengan saluran telepon biasa (rumah),
seperti pada koneksi dial up tapi pada frekwensi yang berbeda. Sehingga
keuntungannya, line telepon rumah tidak terganggu.
Teknologi modulasi yang dikembangkan dengan discrete multitone
(DMT), yang memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi . Fasilitas
ADSL secara simultan menggunakan layanan telepon biasa, ISDN, dan
transmisi data berkecepatan tinggi seperti halnya video.
RAHASIA AKSES INTERNET GRATIS
Perbedaan modem ADSL dan modem konvensional yang mudah dilihat adalah dalam kecepatan pentransferan (upload/download)
data. Walaupun sama-sama menggunakan saluran telepon umum sebagai jalur
komunikasinya, kecepatan pada modem ADSL berkisar antara 1.5 Mbps
sampai 9 Mbps. Perbedaan kecepatan yang mencolok diantara keduanya
akibat perbedaan penggunaan frekwensi untuk mengirim sinyal/data. Modem
konvensional menggunakan frekwensi di bawah 4 KHz, sedangkan modem ADSL
menggunakan frekwensi diatas 4 KHz. Umumnya modem ADSL menggunakan
frekwensi antara 34 KHz sampai 1104 KHz.
ADSL
berbasis DMT tampak sebagai transisi dari kawat tembaga ke kabel fiber
masa depan. Hal ini menjadikan ADSL lebih ekonomis digunakan untuk
kebutuhan telepon lokal perusahaan karena perangkat ADSL menyediakan
layanan data berkecepatan tinggi sebelum menggunakan teknologi optik
fiber.
Untuk
mendapatkan koneksi internet dengan ADSL, kita harus menghubungi
customer service dari ISP untuk pemasangan atau instalasi. Biasanya
pihak ISP akan mengirimkan petugas ke lokasi kita untuk melakukan
instalasi. Sama dengan TV kabel, untuk modem sebaiknya dibeli dari ISP
yang kita pilih.
Kelebihan
* Tidak perlu dial up
* Walaupun
masih menggunakan line telepon dan terhubung ke internet selama 24 jam,
anda masih tetap bisa menerima dan melakukan panggilan telepon dengan
menggunakan Splitter yang disediakan oleh ISP yang anda pilih.
* Sistem
pembayaran bulanan, dan beberapa ISP sudah menyediakan layanan
pembayaran melalui ATM, sehingga anda tidak perlu antri di bank.
Kekurangan
* Pada
jam sibuk, koneksinya sering lambat dan kadang sampai terputus. Jadi
ketika anda memutuskan untuk men-download menggunakan jenis koneksi
ini, sebaiknya anda menggunakan Download Accelerator (Software yang dapat melanjutkan proses download ketika koneksi internet anda terputus).
Spesifikasi Komputer untuk koneksi ADSL
* Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
* Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
* Sistem operasi Windows atau Linux.
* Modem.
Biasanya sudah disediakan oleh ISP yang kita pilih. Sama dengan TV
kabel, proses instalasinya dilakukan oleh provider yang bersangkutan.
Paket
yang disediakan sangat cocok digunakan di perkantoran, karena bisa di
sharing ke semua karyawan. Sebaiknya jumlah pengguna tidak lebih dari
20 orang, karena semakin banyak pengguna, kecepatan akses internet akan
semakin lambat.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan ADSL yang bisa anda pilih:
www.telkomspeedy.com
www.centrin.net.id
KONEKSI INTERNET DENGAN WIRELESS (HOTSPOT)
Hotspot
merupakan salah satu pemanfaatan wireless LAN yang biasanya dipasang di
lokasi-lokasi publik seperti taman, restoran, perpustakaan, kantor,
bandara, dan lain-lain. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett
Steward. Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses
jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka
miliki di lokasi-lokasi dimana hotspot disediakan. Pada umumnya hotspot
menggunakan standarisasi WLAN IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g. Teknologi
WLAN ini mampu memberikan kecepatan akses yang tinggi hingga 11 Mbps
(IEEE 802.11b) dan 54 Mbps (IEEE 802.11g) dalam jarak hingga 100 meter.
Tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia layanan ini.
Selain
memanfaatkan hotspot di lokasi umum, anda juga bisa memasang sendiri
dirumah. Tentu saja harus berlangganan salah satu ISP yang koneksi
internetnya bisa di sharing. Biasanya koneksi internet yang bisa
disharing menggunakan koneksi ADSL atau TV kabel. Setelah koneksi
internet tersedia, anda bisa menggunakan hub wireless untuk di sharing
ke komputer/laptop lain tanpa menggunakan kabel. Hub wireless ini harus
anda beli sendiri di toko komputer, karena provider ISP tidak
menyediakannya.
Kelebihan
* Pada
umumnya, laptop saat ini sudah dilengkapi dengan card wireless,
sehingga anda tidak perlu membeli modem lagi untuk mengakses internet.
* Akses
internet tidak hanya terpaku pada tempat dalam jangkauan kabel, tetapi
dapat memilih tempat yang nyaman buat anda.
* Karena kecepatan aksesnya cukup tinggi, dapat digunakan untuk men-download sesuai dengan keinginan anda.
* Gratis, bila penyedia layanan tidak memungut biaya terhadap koneksi ini.
Kekurangan
* Jika anda ingin memasang koneksi internet ini di rumah, anda harus membeli hub wireless terlebih dahulu.
* Koneksinya
tergantung cuaca. Jika cuaca baik, koneksinya bagus. Namun jika ada
hujan dan petir, biasanya menjadi lambat bahkan putus.
* Kurang stabil jika digunakan dalam ruang tertutup, misalnya dalam kamar.
Jika
anda hanya ingin memanfaatkan hotspot gratis, yang dibutuhkan adalah
laptop atau handphone yang memiliki fasilitas Wi Fi. Namun, bila ingin
memasang dan membagikan koneksi , anda harus membeli modem wireless.
Jika
anda sering bepergian ke mall atau café dan ingin browsing internet,
sebaiknya anda membawa laptop. Di sana anda bisa langsung mencari
jaringan hotspot. Namun biasanya tidak semua hotspot bisa diakses
secara gratis. Beberapa diantaranya ada yang mengharuskan anda membeli
voucher atau register dulu kepada penyedia layanan hotspot.
Untuk
koneksi ke hotspot, kita tidak perlu mencari ISP, karena kita hanya
memanfaatkan yang sudah ada. Namun jika kita sendiri yang ingin
menyediakan layanan ini, bisa menggunakan koneksi ADSL.
KONEKSI INTERNET DENGAN GPRS (GENERAL POCKET RADIO SERVICE)
Koneksi internet dengan GPRS adalah koneksi yang menggunakan handphone GSM sebagai modem. Tentu saja tidak semua handphone yang bisa digunakan sebagai modem. Hanya handphone yang memiliki fasilitas WAP saja yang bisa digunakan.
Supaya bisa meng-akses internet, kita harus mengaktifkan GPRS terlebih dahulu dengan cara bertanya ke customer service atau melihatnya di situs masing-masing operator GSM. Setelah fitur GPRS diaktfkan, baru kita bisa menghubungkan komputer ke internet dengan menggunakan handphone, baik melalui kabel data, infrared, atau bluetooth.
Secara teoritis, kecepatan tersedia adalah 60 Kbps, tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia layanan. Pada umumnya kecepatan aksesnya maksimal 12 Kbps, itupun jika sinyal handphone penuh.
Kelebihan
* Bisa digunakan dimana saja, asal masih dalam jangkauan jaringan provider yang digunakan.
* Lebih stabil dari jaringan CDMA dan dapat di bawa ke luar kota.
Kekurangan
* Kecepatan aksesnya rendah.
* Jika cuaca buruk, koneksinya kadang terputus.
* Kurang stabil jika digunakan dalam ruang tertutup, misalnya di dalam kamar
Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan GPRS adalah:
* Handphone yang mendukung wap/modem GPRS
* Bluetooth/kabel data/infrared
* Komputer/laptop
Koneksi ini sangat cocok bagi anda yang sering ke luar kota selama sinyalnya masih terjangkau oleh operator yang anda gunakan. Untuk menggunakan koneksi ini, anda tidak perlu berlangganan, sehingga anda bisa menghubungkan komputer ke internet kapanpun anda mau.
Koneksi jenis ini umumnya menggunakan volume base, sehingga anda harus pandai memanfaatkan koneksi jenis ini. Karena pengontrolan volume base lebih sulit, sehingga pulsa akan cepat habis tanpa anda sadari.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi GPRS
* www.telkomsel.com
* www.indosat.com/m3
* www.indosat.com/mentari
* www.indosat.com/matrix
* www.xl.co.id
KONEKSI INTERNET DENGAN 3G (UMTS)
3G merupakan pengembangan teknologi GPRS dengan akses internet berkecepatan tinggi. Saat ini sistem yang umum digunakan adalah UMTS (jaringan 3G). Kecepatan akses bisa mencapai 384 Kbps.
Kelebihan
* Bisa digunakan dimana saja, asal masih dalam jangkauan jaringan provider 3G.
* Kecepatan aksesnya lebih tinggi daripada GPRS.
* Jika anda menggunakan time base dan berada dalam jangkauan 3G, anda dapat men-download dengan cepat.
Kekurangan
* Koneksi ini hanya bisa dipakai jika daerah yang bersangkutan sudah terjangkau fasilitas 3G dari provider yang bersangkutan.
* Pada cuaca buruk jaringan 3G bisa kembali pada signal GPRS, sehingga otomatis kecepatan akses internet menjadi berkurang.
Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan 3G (UMTS):
* Handphone yang mendukung 3G/modem 3G
* Bluetooth/kabel data/infrared
* Komputer/laptop
Saat ini seluruh operator GSM di Indonesia sudah mendukung jaringan 3G. Hanya saja jaringannya belum mencakup seluruh wilayah Indonesia. Jaringan UMTS terluas saat ini adalah TELKOMSEL.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi 3G (UMTS)
* www.telkomsel.com
* www.indosat.com/m3
* www.indosat.com/mentari
* www.indosat.com/matrix
* www.xl.co.id
KONEKSI INTERNET DENGAN 3.5G / HSDPA (HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCES)
HSDPA merupakan pengembangan lebih lanjut dari UMTS yang dapat memberikan kecepatan akses hingga 7.2 Mbps.
Kelebihan
* Bisa digunakan di mana saja dalam jaringan provider 3.5G (HSDPA)
* Lebih stabil dan lebih cepat dari 3G
Kekurangan
* Area jangkauannya masih terbatas pada kota-kota besar.
Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan 3.5G (HSDPA):
* Handphone yang mendukung 3.5G / modem 3.5G
* Bluetooth/kabel data/infrared
* Komputer/laptop
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi 3.5G (HSDPA)
* www.telkomsel.com
* www.indosat.com/m3
* www.indosat.com/mentari
* www.indosat.com/matrix
* www.xl.co.id
KONEKSI INTERNET DENGAN CDMA (CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS)
Koneksi CDMA adalah koneksi dengan menggunakan telepon atau handphone CDMA atau modem CDMA untuk meng-akses internet. Komputer terhubung ke telepon atau ponsel CDMA melalui kabel data, infrared, atau bluetooth.
RAHASIA SUKSES BISNIS DI INTERNET
Untuk telepon yang difungsikan sebagai modem, kecepatannya mencapai 153.6 Kbps (Kilobyte per second). Namun kecepatan sebenarnya tergantung pada penyedia layanan dan tergantung besarnya sinyal dan cuaca.
Untuk modem dengan menggunakan telepon biasa, misalnya Wifone, kecepatannya maksimal 115.2 Kbps
Kelebihan
* Bisa digunakan dimana saja dalam area jangkauan jaringan telepon CDMA.
* Kecepatannya bisa sampai 3 kali lipat dari dial up
* Koneksinya lebih cepat dari GPRS
* Anda tidak perlu membeli modem, karena bisa langsung menggunakan HP/Telepon CDMA.
* Pemakaian kuota internet dapat anda kontrol, karena jika menggunakan voucher, lama penggunaannya tergantung dari pulsa yang tersedia pada telepon anda.
Kekurangan
* Pada umumnya hanya bisa dipakai di kota tempat kartu perdana HP anda terdaftar. Jika anda pergi ke luar kota, otomatis tidak bisa anda pakai untuk koneksi internet.
* Koneksi kurang stabil jika anda jauh dari stasiun pemancar (BTS) provider. Hal ini dapat anda lihat dari bar signal. Jika signalnya sedikit, itu berarti anda jauh dari BTS, begitupun sebaliknya.
* Kecepatan koneksi tergantung pada banyaknya signal. Jika signalnya sedikit, kecepatannya menjadi lambat.
* Kecepatan juga tergantung pada cuaca. Pada cuaca yang buruk, biasanya koneksi menjadi lambat dan terputus.
* Kurang stabil jika digunakan di dalam ruang tertutup, misalnya di dalam kamar.
Jika anda mempunyai handphone atau modem CDMA, anda bisa menghubungkannya dengan menggunakan bluetooth, atau kabel data. Supaya koneksinya stabil, sebaiknya menggunakan kabel data.
Jika anda menggunakan modem CDMA, bisa langsung dicolokkan ke USB atau PCM-CI card.
Koneksi ini sangat cocok bila anda sering bepergian di dalam kota.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi CDMA
www.telkomflexi.com
www.wifone.co.id
BROAD BAND ISDN (INTEGRATED SERVICES DIGITAL NETWORK)
Broad band menyediakan layanan terpadu dengan kecepatan tinggi dan menggunakan serat optik sebagai media transmisi. Koneksi modem jenis ini sanggup menyediakan kecepatan (bandwith) yang melebihi 200 Kbps , baik dari provider ke konsumen (downstream) maupun dari konsumen ke provider (upstream).
Kelebihan
* Kecepatan akses yang tinggi
* Menyediakan layanan unlimited
* Lebih stabil karena menggunakan serat optik
Kekurangan
* Pengadaan serat optik sebagai media transmisi, belum begitu luas.
Alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi broad band
www.telkomspeedy.com
bingung untuk memilih jasa pelayanan yang cocok dengan kebutuhan dan
budget anda. Berikut ini adalah perbandingan berbagai tipe koneksi
internet yang bisa anda pilih.
KONEKSI INTERNET DENGAN DIAL UP
Koneksi internet dial up adalah koneksi dengan menggunakan telepon biasa (rumah). Dewasa ini modem dial-up mampu
mencapai kecepatan transmisi data hingga 56 Kbps (klilobit per detik),
namun pada kenyataannya belum tentu sesuai dengan yang ditawarkan.
Kecepatan realnya hanya sekitar 12 sampai 20 kbps.
Kelebihan dan kekurangan
* Paling gampang dilakukan.
* Harga modem internal murah
* Hampir semua laptop sekarang sudah terpasang modem untuk dial up
* Lebih sesuai untuk koneksi internet yang bersifat sesaat, misalnya untuk menge-cek email.
* Ketika
anda menggunakan telepon rumah untuk koneksi dial up, telepon rumah
dalam status sibuk. Begitupun sebaliknya, Ketika telepon rumah sedang
menerima panggilan masuk, otomatis koneksi internet terputus.
Spesifikasi Komputer Untuk Koneksi Dial up
* Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
* Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
* Sistem operasi Windows atau Linux.
* Modem internal atau eksternal.
* Saluran telepon
Supaya komputer terhubung ke internet, kita membutuhkan ISP (Internet Service Provider),
yaitu perusahaan yang menyediakan jasa sambungan internet. Kebanyakan
perusahaan telepon, juga sebagai perusahaan penyelenggara koneksi
internet.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan dial up yang bisa anda pilih
www.indosatm2.com
www.uninet.net.id
www.infoasia.net.id
www.telkomflexi.com
www.telkom.net.id
www.dnet.net.id
KONEKSI INTERNET DENGAN TV KABEL
Koneksi
internet dengan TV kabel memilki beberapa kelebihan dibanding
menggunakan saluran telepon. Salah satunya adalah kita dapat terhubung
ke internet selama 24 jam tanpa harus terganggu jam sibuk telepon.
Di
pasaran, kita bisa menemui dua jenis layanan, yaitu berlangganan
internet tanpa harus berlangganan TV kabel dan berlangganan keduanya
sekaligus.
Koneksi internet dengan TV kabel mempunyai variasi kecepatan akses antara 64 Kbps, 384 Kbps, 512 Kbps, 1024 Kbps, dan 1536 Kbps.
Kelebihan
* Layanan unlimited (tanpa batas)
* Tidak ada biaya tambahan, hanya membayar iuran bulanan saja
* Kecepatan akses tidak terpengaruh oleh jam sibuk
Kekurangan
* Jaringan masih terbatas
* Modem masih cukup mahal
* ISP
tertentu mengharuskan berlangganan TV kabel, jika kita hanya memerlukan
koneksi internet saja, biaya koneksinya menjadi lebih mahal.
Spesifikasi Komputer untuk koneksi TV kabel
Sama dengan dial up, yaitu:
* Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
* Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
* Sistem operasi Windows atau Linux.
* Modem
Pemesanan/pembelian
modem bisa dilakukan saat pemasangan/instalasi. Pembelian modem
sebaiknya langsung dari perusahaan penyedia layanan, karena jika
terjadi masalah biasanya langsung ditangani oleh pihak penyedia layanan
TV kabel.
Jangkauan
area jenis koneksi ini masih sangat terbatas. Oleh karena itu anda
harus mengetahui apakah lokasi tempat tinggal anda sudah/belum
terjangkau layanan ISP ini. Anda harus menanyakan langsung ke bagian
customer service atau di alamat situs penyedia layanan TV kabel.
Koneksi
internet menggunakan TV kabel ini sangat cocok bagi anda yang
membutuhkan online 24 jam, seperti pelaku bisnis di rumah, internet
marketing, jual beli saham online, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan dial up yang bisa anda pilih
www.indosatm2.com
www.firstmedia.com
KONEKSI INTERNET DENGAN ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
Koneksi
internet dengan ADSL adalah koneksi internet yang menghubungkan
komputer menggunakan modem khusus dengan saluran telepon biasa (rumah),
seperti pada koneksi dial up tapi pada frekwensi yang berbeda. Sehingga
keuntungannya, line telepon rumah tidak terganggu.
Teknologi modulasi yang dikembangkan dengan discrete multitone
(DMT), yang memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi . Fasilitas
ADSL secara simultan menggunakan layanan telepon biasa, ISDN, dan
transmisi data berkecepatan tinggi seperti halnya video.
RAHASIA AKSES INTERNET GRATIS
Perbedaan modem ADSL dan modem konvensional yang mudah dilihat adalah dalam kecepatan pentransferan (upload/download)
data. Walaupun sama-sama menggunakan saluran telepon umum sebagai jalur
komunikasinya, kecepatan pada modem ADSL berkisar antara 1.5 Mbps
sampai 9 Mbps. Perbedaan kecepatan yang mencolok diantara keduanya
akibat perbedaan penggunaan frekwensi untuk mengirim sinyal/data. Modem
konvensional menggunakan frekwensi di bawah 4 KHz, sedangkan modem ADSL
menggunakan frekwensi diatas 4 KHz. Umumnya modem ADSL menggunakan
frekwensi antara 34 KHz sampai 1104 KHz.
ADSL
berbasis DMT tampak sebagai transisi dari kawat tembaga ke kabel fiber
masa depan. Hal ini menjadikan ADSL lebih ekonomis digunakan untuk
kebutuhan telepon lokal perusahaan karena perangkat ADSL menyediakan
layanan data berkecepatan tinggi sebelum menggunakan teknologi optik
fiber.
Untuk
mendapatkan koneksi internet dengan ADSL, kita harus menghubungi
customer service dari ISP untuk pemasangan atau instalasi. Biasanya
pihak ISP akan mengirimkan petugas ke lokasi kita untuk melakukan
instalasi. Sama dengan TV kabel, untuk modem sebaiknya dibeli dari ISP
yang kita pilih.
Kelebihan
* Tidak perlu dial up
* Walaupun
masih menggunakan line telepon dan terhubung ke internet selama 24 jam,
anda masih tetap bisa menerima dan melakukan panggilan telepon dengan
menggunakan Splitter yang disediakan oleh ISP yang anda pilih.
* Sistem
pembayaran bulanan, dan beberapa ISP sudah menyediakan layanan
pembayaran melalui ATM, sehingga anda tidak perlu antri di bank.
Kekurangan
* Pada
jam sibuk, koneksinya sering lambat dan kadang sampai terputus. Jadi
ketika anda memutuskan untuk men-download menggunakan jenis koneksi
ini, sebaiknya anda menggunakan Download Accelerator (Software yang dapat melanjutkan proses download ketika koneksi internet anda terputus).
Spesifikasi Komputer untuk koneksi ADSL
* Komputer dengan prosesor minimal Pentium II, RAM 64 MB.
* Ruang kosong pada harddisk minimal 1 GB.
* Sistem operasi Windows atau Linux.
* Modem.
Biasanya sudah disediakan oleh ISP yang kita pilih. Sama dengan TV
kabel, proses instalasinya dilakukan oleh provider yang bersangkutan.
Paket
yang disediakan sangat cocok digunakan di perkantoran, karena bisa di
sharing ke semua karyawan. Sebaiknya jumlah pengguna tidak lebih dari
20 orang, karena semakin banyak pengguna, kecepatan akses internet akan
semakin lambat.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP penyedia layanan ADSL yang bisa anda pilih:
www.telkomspeedy.com
www.centrin.net.id
KONEKSI INTERNET DENGAN WIRELESS (HOTSPOT)
Hotspot
merupakan salah satu pemanfaatan wireless LAN yang biasanya dipasang di
lokasi-lokasi publik seperti taman, restoran, perpustakaan, kantor,
bandara, dan lain-lain. Pertama kali digagas tahun 1993 oleh Brett
Steward. Dengan pemanfaatan teknologi ini, individu dapat mengakses
jaringan seperti internet melalui komputer atau laptop yang mereka
miliki di lokasi-lokasi dimana hotspot disediakan. Pada umumnya hotspot
menggunakan standarisasi WLAN IEEE 802.11b atau IEEE 802.11g. Teknologi
WLAN ini mampu memberikan kecepatan akses yang tinggi hingga 11 Mbps
(IEEE 802.11b) dan 54 Mbps (IEEE 802.11g) dalam jarak hingga 100 meter.
Tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia layanan ini.
Selain
memanfaatkan hotspot di lokasi umum, anda juga bisa memasang sendiri
dirumah. Tentu saja harus berlangganan salah satu ISP yang koneksi
internetnya bisa di sharing. Biasanya koneksi internet yang bisa
disharing menggunakan koneksi ADSL atau TV kabel. Setelah koneksi
internet tersedia, anda bisa menggunakan hub wireless untuk di sharing
ke komputer/laptop lain tanpa menggunakan kabel. Hub wireless ini harus
anda beli sendiri di toko komputer, karena provider ISP tidak
menyediakannya.
Kelebihan
* Pada
umumnya, laptop saat ini sudah dilengkapi dengan card wireless,
sehingga anda tidak perlu membeli modem lagi untuk mengakses internet.
* Akses
internet tidak hanya terpaku pada tempat dalam jangkauan kabel, tetapi
dapat memilih tempat yang nyaman buat anda.
* Karena kecepatan aksesnya cukup tinggi, dapat digunakan untuk men-download sesuai dengan keinginan anda.
* Gratis, bila penyedia layanan tidak memungut biaya terhadap koneksi ini.
Kekurangan
* Jika anda ingin memasang koneksi internet ini di rumah, anda harus membeli hub wireless terlebih dahulu.
* Koneksinya
tergantung cuaca. Jika cuaca baik, koneksinya bagus. Namun jika ada
hujan dan petir, biasanya menjadi lambat bahkan putus.
* Kurang stabil jika digunakan dalam ruang tertutup, misalnya dalam kamar.
Jika
anda hanya ingin memanfaatkan hotspot gratis, yang dibutuhkan adalah
laptop atau handphone yang memiliki fasilitas Wi Fi. Namun, bila ingin
memasang dan membagikan koneksi , anda harus membeli modem wireless.
Jika
anda sering bepergian ke mall atau café dan ingin browsing internet,
sebaiknya anda membawa laptop. Di sana anda bisa langsung mencari
jaringan hotspot. Namun biasanya tidak semua hotspot bisa diakses
secara gratis. Beberapa diantaranya ada yang mengharuskan anda membeli
voucher atau register dulu kepada penyedia layanan hotspot.
Untuk
koneksi ke hotspot, kita tidak perlu mencari ISP, karena kita hanya
memanfaatkan yang sudah ada. Namun jika kita sendiri yang ingin
menyediakan layanan ini, bisa menggunakan koneksi ADSL.
KONEKSI INTERNET DENGAN GPRS (GENERAL POCKET RADIO SERVICE)
Koneksi internet dengan GPRS adalah koneksi yang menggunakan handphone GSM sebagai modem. Tentu saja tidak semua handphone yang bisa digunakan sebagai modem. Hanya handphone yang memiliki fasilitas WAP saja yang bisa digunakan.
Supaya bisa meng-akses internet, kita harus mengaktifkan GPRS terlebih dahulu dengan cara bertanya ke customer service atau melihatnya di situs masing-masing operator GSM. Setelah fitur GPRS diaktfkan, baru kita bisa menghubungkan komputer ke internet dengan menggunakan handphone, baik melalui kabel data, infrared, atau bluetooth.
Secara teoritis, kecepatan tersedia adalah 60 Kbps, tetapi kecepatan aslinya tergantung pada penyedia layanan. Pada umumnya kecepatan aksesnya maksimal 12 Kbps, itupun jika sinyal handphone penuh.
Kelebihan
* Bisa digunakan dimana saja, asal masih dalam jangkauan jaringan provider yang digunakan.
* Lebih stabil dari jaringan CDMA dan dapat di bawa ke luar kota.
Kekurangan
* Kecepatan aksesnya rendah.
* Jika cuaca buruk, koneksinya kadang terputus.
* Kurang stabil jika digunakan dalam ruang tertutup, misalnya di dalam kamar
Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan GPRS adalah:
* Handphone yang mendukung wap/modem GPRS
* Bluetooth/kabel data/infrared
* Komputer/laptop
Koneksi ini sangat cocok bagi anda yang sering ke luar kota selama sinyalnya masih terjangkau oleh operator yang anda gunakan. Untuk menggunakan koneksi ini, anda tidak perlu berlangganan, sehingga anda bisa menghubungkan komputer ke internet kapanpun anda mau.
Koneksi jenis ini umumnya menggunakan volume base, sehingga anda harus pandai memanfaatkan koneksi jenis ini. Karena pengontrolan volume base lebih sulit, sehingga pulsa akan cepat habis tanpa anda sadari.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi GPRS
* www.telkomsel.com
* www.indosat.com/m3
* www.indosat.com/mentari
* www.indosat.com/matrix
* www.xl.co.id
KONEKSI INTERNET DENGAN 3G (UMTS)
3G merupakan pengembangan teknologi GPRS dengan akses internet berkecepatan tinggi. Saat ini sistem yang umum digunakan adalah UMTS (jaringan 3G). Kecepatan akses bisa mencapai 384 Kbps.
Kelebihan
* Bisa digunakan dimana saja, asal masih dalam jangkauan jaringan provider 3G.
* Kecepatan aksesnya lebih tinggi daripada GPRS.
* Jika anda menggunakan time base dan berada dalam jangkauan 3G, anda dapat men-download dengan cepat.
Kekurangan
* Koneksi ini hanya bisa dipakai jika daerah yang bersangkutan sudah terjangkau fasilitas 3G dari provider yang bersangkutan.
* Pada cuaca buruk jaringan 3G bisa kembali pada signal GPRS, sehingga otomatis kecepatan akses internet menjadi berkurang.
Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan 3G (UMTS):
* Handphone yang mendukung 3G/modem 3G
* Bluetooth/kabel data/infrared
* Komputer/laptop
Saat ini seluruh operator GSM di Indonesia sudah mendukung jaringan 3G. Hanya saja jaringannya belum mencakup seluruh wilayah Indonesia. Jaringan UMTS terluas saat ini adalah TELKOMSEL.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi 3G (UMTS)
* www.telkomsel.com
* www.indosat.com/m3
* www.indosat.com/mentari
* www.indosat.com/matrix
* www.xl.co.id
KONEKSI INTERNET DENGAN 3.5G / HSDPA (HIGH SPEED DOWNLINK PACKET ACCES)
HSDPA merupakan pengembangan lebih lanjut dari UMTS yang dapat memberikan kecepatan akses hingga 7.2 Mbps.
Kelebihan
* Bisa digunakan di mana saja dalam jaringan provider 3.5G (HSDPA)
* Lebih stabil dan lebih cepat dari 3G
Kekurangan
* Area jangkauannya masih terbatas pada kota-kota besar.
Perangkat yang harus disediakan bila menggunakan koneksi internet dengan 3.5G (HSDPA):
* Handphone yang mendukung 3.5G / modem 3.5G
* Bluetooth/kabel data/infrared
* Komputer/laptop
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi 3.5G (HSDPA)
* www.telkomsel.com
* www.indosat.com/m3
* www.indosat.com/mentari
* www.indosat.com/matrix
* www.xl.co.id
KONEKSI INTERNET DENGAN CDMA (CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS)
Koneksi CDMA adalah koneksi dengan menggunakan telepon atau handphone CDMA atau modem CDMA untuk meng-akses internet. Komputer terhubung ke telepon atau ponsel CDMA melalui kabel data, infrared, atau bluetooth.
RAHASIA SUKSES BISNIS DI INTERNET
Untuk telepon yang difungsikan sebagai modem, kecepatannya mencapai 153.6 Kbps (Kilobyte per second). Namun kecepatan sebenarnya tergantung pada penyedia layanan dan tergantung besarnya sinyal dan cuaca.
Untuk modem dengan menggunakan telepon biasa, misalnya Wifone, kecepatannya maksimal 115.2 Kbps
Kelebihan
* Bisa digunakan dimana saja dalam area jangkauan jaringan telepon CDMA.
* Kecepatannya bisa sampai 3 kali lipat dari dial up
* Koneksinya lebih cepat dari GPRS
* Anda tidak perlu membeli modem, karena bisa langsung menggunakan HP/Telepon CDMA.
* Pemakaian kuota internet dapat anda kontrol, karena jika menggunakan voucher, lama penggunaannya tergantung dari pulsa yang tersedia pada telepon anda.
Kekurangan
* Pada umumnya hanya bisa dipakai di kota tempat kartu perdana HP anda terdaftar. Jika anda pergi ke luar kota, otomatis tidak bisa anda pakai untuk koneksi internet.
* Koneksi kurang stabil jika anda jauh dari stasiun pemancar (BTS) provider. Hal ini dapat anda lihat dari bar signal. Jika signalnya sedikit, itu berarti anda jauh dari BTS, begitupun sebaliknya.
* Kecepatan koneksi tergantung pada banyaknya signal. Jika signalnya sedikit, kecepatannya menjadi lambat.
* Kecepatan juga tergantung pada cuaca. Pada cuaca yang buruk, biasanya koneksi menjadi lambat dan terputus.
* Kurang stabil jika digunakan di dalam ruang tertutup, misalnya di dalam kamar.
Jika anda mempunyai handphone atau modem CDMA, anda bisa menghubungkannya dengan menggunakan bluetooth, atau kabel data. Supaya koneksinya stabil, sebaiknya menggunakan kabel data.
Jika anda menggunakan modem CDMA, bisa langsung dicolokkan ke USB atau PCM-CI card.
Koneksi ini sangat cocok bila anda sering bepergian di dalam kota.
Berikut ini adalah alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi CDMA
www.telkomflexi.com
www.wifone.co.id
BROAD BAND ISDN (INTEGRATED SERVICES DIGITAL NETWORK)
Broad band menyediakan layanan terpadu dengan kecepatan tinggi dan menggunakan serat optik sebagai media transmisi. Koneksi modem jenis ini sanggup menyediakan kecepatan (bandwith) yang melebihi 200 Kbps , baik dari provider ke konsumen (downstream) maupun dari konsumen ke provider (upstream).
Kelebihan
* Kecepatan akses yang tinggi
* Menyediakan layanan unlimited
* Lebih stabil karena menggunakan serat optik
Kekurangan
* Pengadaan serat optik sebagai media transmisi, belum begitu luas.
Alamat websIte ISP yang menyediakan koneksi broad band
www.telkomspeedy.com
Senin, 25 April 2011
p2p
P2P merupakan singkatan dari Peer-to-Peer (bahasa Inggris) atau teknologi dari “ujung” ke “ujung” pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi “berbagi-berkas” (file sharing) seperti Napster dan KaZaA. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas.
Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalu lintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidth yang intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat.
Aplikasi P2P yang sebenarnya memerlukan satuan tim-tim kecil dengan ide cemerlang untuk mengembangkan perangkat lunak dan bisnis-bisnis yang mungkin dilakukan oleh perangkat tersebut – dan mungkin saja bisa membuat perusahaan besar yang sudah ada gulung tikar. P2P yang sebenarnya, bila diaplikasikan pada pasar yang sudah matang dan stabil adalah teknologi yang "mengganggu".
Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna.
Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.
Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-kira pada akhir dekade 1990-an, di saat banyak pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer dengan menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, pada saat dituntut oleh para pekerja industri musik, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia. Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski banyak aplikasi peer-to-peer ini digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh banyak perusahaan juga.
Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalu lintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidth yang intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat.
Aplikasi P2P yang sebenarnya memerlukan satuan tim-tim kecil dengan ide cemerlang untuk mengembangkan perangkat lunak dan bisnis-bisnis yang mungkin dilakukan oleh perangkat tersebut – dan mungkin saja bisa membuat perusahaan besar yang sudah ada gulung tikar. P2P yang sebenarnya, bila diaplikasikan pada pasar yang sudah matang dan stabil adalah teknologi yang "mengganggu".
Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna.
Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.
Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-kira pada akhir dekade 1990-an, di saat banyak pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer dengan menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, pada saat dituntut oleh para pekerja industri musik, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia. Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski banyak aplikasi peer-to-peer ini digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh banyak perusahaan juga.
Daftar isi |
[sunting] Anggapan umum yang salah tentang P2P
Penggunaan istilah P2P digunakan luas dan seringkali disalah gunakan. Perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil saling mengaku menjadi “spesialis” dan perusahaan lainnya mencoba untuk menghasilkan uang dengan mengaku menggunakan teknologi P2P selama perusahaannya menggunakan komunikasi langsung antar pengguna atau antar “ujung”. Dalam hal ini istilah P2P benar-benar disalah gunakan.[sunting] Desentralisasi jaringan
[sunting] Keuntungan
Desentralisasi jaringan P2P memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan jaringan klien-server tradisional. Jaringan P2P menyeimbangkan diri secara terus menerus tanpa menambah waktu pencarian alamat panggilan dan tanpa harus menggunakan suatu sumber-sumber terpusat. Mereka memanfaatkan mesin –mesin perangkat yang digunakan pengguna-akhir (end users) karena sumber-sumber ini selalu berjalan ke arah proporsi tujuan jaringan. Setiap penambahan ujung baru pada jaringan menambah potensi lebih pemrosesan yang lebih kuat dan bandwith yang lebih besar untuk jaringan tersebut. Ditambah lagi, karena sumber-sumbernya terdesentralisasi, generasi kedua (2G) dari jaringan P2P telah berhasil secara virtual mengeliminasi seluruh biaya yang berhubungan dengan infrastruktur terpusat yang besar.[sunting] Kesulitan
Pada penerapan teknologi telephony P2P dimana Telephony berbasis internet –VoIP (Voice over IP : suara melalui protokol internet) telah ada selama bertahun-tahun namun tidak pernah menyentuh pasar besar karena: • Kualitas yang buruk dari produk-produk yang jelas-jelas menguntungkan dari segi biaya (jauh lebih hemat) dibandingkan dari penggunaan telepon biasa. • Frekuensi keberhasilan panggilan telpon rendah karena terhalang oleh firewall-firewall dan penggunakan NAT (Network Address Translation) atau pencarian jaringan yang dituju, dimana hal ini menyebabkan 50% komputer-komputer rumah gagal terhubung dengan perangkat lunak VoIP tradisional). • Penggunaan dan pemasangan perangkat lunak ini penuh dijejali oleh berbagai hal dan membutuhkan konfigurasi yang tidak mudah dan sedikit kemampuan teknis. Pemusatan aktivitas dapat menyelesaikan beberapa kesulitan ini dengan mengarahkan panggilan melalui firewall-firewall dan NAT yang ada. Namun, bila ada pemusatan maka biaya untuk menjalankan jaringan menjadi naik mendekati jumlah biaya yang dikenakan jaringan telpon yang sudah ada. Sebagai tambahan, biaya ini bertambah secara proporsional sebanding dengan bertambahnya pengguna. Dampaknya perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan jasa ini biasanya mengalokasikan sumberdaya yang sedikit pada servernya untuk satuan pengguna, dimana hal ini secara serius mengurangi kualitas panggilan.
Langganan:
Postingan (Atom)
